COUNTDOWN TO
MAYBANK BALI MARATHON 2017

FOLLOW FacebookTwitterInstagramYoutube


Irwin, Maybank Heroes 2017 dan Semangatnya Hidup Lebih Sehat Demi Keluarga

SEMANGAT HIDUP LEBIH SEHAT DEMI KELUARGA
Irwin Permata – The Starter Maybank Heroes 2017

Tim Maybank Bali Marathon berbincang singkat dengan Irwin untuk membahas seputar alasan dan pengalamannya mengikuti program Maybank Heroes untuk acara Maybank Bali Marathon (MBM) 2017. Ayah dua anak yang terpilih menjadi Maybank Heroes 2017 kategori The Starter ini menyimpan motivasi amat kuat. Perjuangannya untuk berlari di MBM 2017 adalah demi keluarga kecilnya.

Bukan orang yang sudah lama menggeluti olahraga lari, Irwin terbilang baru aktif melakukan jogging selama setahun terakhir. Ketika berbagi seputar persiapannya menuju MBM 2017, Irwin mengaku banyak mendapatkan ilmu baru dalam teknik berlari.

“Jadi saya baru sekarang ini mengerti tentang teknik pernapasan, mengatur gerak, jenis latihan, dan lain-lain”, ungkapnya.

MBM 2017 ini akan jadi kali pertama untuknya mengikuti lomba lari marathon. Oleh karenanya, ia bertekad untuk berlatih ekstra keras pada program coaching agar dapat menyelesaikan berlari di nomor 10K.

“Minggu-minggu terakhir ini latihannya sudah berat, tetapi saya yakin minggu-minggu ke depan pastinya akan latihan lebih berat. Ini saya latihannya benar-benar di-push”, ujarnya sambil tertawa.

Membahas motivasinya mengikuti program Maybank Heroes 2017, ia menjawab awalnya memang belum siap mengikuti #MBM2017, karena dirasa belum mumpuni secara fisik dan mental. Tetapi begitu mengetahui ada program coaching yang ditawarkan, ia langsung tertarik. Dengan mengikuti program coaching, ia percaya latihan yang diberikan akan membuat tubuhnya lebih aktif serta membuatnya hidup lebih sehat. Menurutnya, hidup sehat harus dimulai sedini mungkin.

Selain tertarik dengan program coaching, ternyata Irwin menyimpan alasan yang lebih dalam dan menyentuh. Ia mengaku titik awal ambisi untuk mengubah dirinya jadi lebih aktif dan sehat adalah saat ia harus dirawat di rumah sakit karena asam lambung dan asma.

“Jam 12 malam saya pernah membangunkan istri, waktu itu dia sedang hamil anak kedua, saya minta diantarkan ke rumah sakit. Saat itu saya merasa egois sekali, menyusahkan istri dan anak dengan cara seperti itu. Saya langsung ingin berubah”, ia menjelaskan.

Dulu Irwin memang bukan orang yang sadar akan hidup sehat seperti sekarang, bobot tubuhnya pun pernah mencapai angka 100 kg. Sebagai kepala keluarga, ia sadar bahwa ia harus tetap hidup sehat demi keluarga. Hal inilah yang memicu ambisinya untuk hidup lebih sehat dengan menjalani marathon.

“Saya jaga anak sendiri, apalagi kalau anak-anak lagi pada sakit, pasti jadi lebih rewel. Kalau dulu (sebelum latihan) saya lebih cepat capek, jadi cepat emosi. Sekarang stamina saya jadi jauh lebih bagus, walaupun paginya latihan, sampai siang atau malam masih berasa fresh. Sangat berasa bedanya.”

Awalnya ia mengaku bahwa program latihan yang dijalaninya sangat berat, bahkan pernah beberapa kali berpikir untuk berhenti. Namun, ketika mengingat keluarga dan quote favoritnya yaitu never give up, pria yang berprofesi sebagai wiraswasta dan freelance desainer grafis ini terus berlatih hingga akhirnya jatuh cinta dengan olahraga lari.

“Sekarang kalau berlari yang saya rasakan adalah fundan enjoy. Bangun pagi untuk lari tidak jadi beban sama sekali. Saya sekarang malah ingin ikut terus nanti lomba-lomba lari lainnya.

Irwin yang berusia 37 tahun ini merasa percaya diri bisa menaklukkan medan marathon MBM 2017 dengan jarak 10K. Persiapannya menuju MBM 2017 juga dirasa sudah hampir sempurna. “Fisik, kan, udah dilatih terus, nih. Latihan dan jaga makan, selanjutnya persiapkan mental saja,soalnya saya agak gampang gugup”, ujarnya sambil tertawa kecil.