COUNTDOWN TO
MAYBANK BALI MARATHON 2017

FOLLOW FacebookTwitterInstagramYoutube


Berlari Membuat Kita Sehat dan Bahagia

Iqbal Adil – The Elite Maybank Heroes 2017

Dikatakan sebagai olahraga yang menantang, marathon justru memberi kebahagiaan tersendiri pada Iqbal, seorang Maybank Heroes 2017 kategori Elite yang penuh inspirasi. Bersama Maybank Bali Marathon team, ia berbagi cerita mengenai awal mula kecintaannya terhadap dunia marathon, hingga cara yang ia lakukan untuk mencapai target dan mempertahankan pace timing berlari.

Bagi Iqbal yang bekerja sebagai finance staff di kantornya ini, berlari sudah menjadi suatu kebutuhan. Kegemarannya ini dimulai sejak April 2014, saat ia mulai mengikuti race kecil-kecilan. Walau dimulai dari hal kecil, keinginan Iqbal untuk mencapai target yang lebih besar mulai muncul.

Pada full marathon pertamanya, ia mencatat waktu 6 jam 30 menit, lalu berhasil mempertahankan catatan average time-nya hingga sekitar 4 jam. Saat ini, ia bertekad untuk finish dengan waktu yang lebih cepat dibanding sebelumnya. Tekadnya ini bukan tanpa alasan, ia berharap dapat berlari pada ajang marathon bergengsi dunia, Boston Marathon. “Saat ini target saya pastinya finish kurang dari 3 jam 25 menit,  karena di Boston Marathon ada kualifikasi minimum time sebagai syarat mengikuti ajang berlari bergengsi ini. Bisa saja saya ikutan menyumbang, tetapi saya bertekad untuk mencapai pace time minimum yang akan saya capai di Maybank Bali Marathon 2017.
Sebagai Maybank Heroes 2017, Iqbal mengaku mendapat banyak manfaat, terutama mendapat pelatihan khusus dari seorang coach profesional. “Saat terpilih untuk menjadi Maybank Heroes saya senang sekali, karena mendapatkan latihan khusus dari coach professional.. Semenjak dilatih oleh coach Agung, latihan berlari saya menjadi lebih intensif dan beragam. Awalnya saya hanya belajar dari sesama pelari atau Youtube, tetapi setiap harinya coach memberikan timeline latihan yang harus dicapai, minimal berlari 10 KM setiap hari yang biasa saya lakukan setiap pagi sebelum mulai bekerja. Melalui latihan ini, saya dapat menjaga pace lari dan saya pasti bisa mencapai 3 jam 25 menit tersebut,.” pungkasnya.

Untuk mencapai target latihan, ia berlari dari Pondok Pinang sampai ke Senayan, lalu mengelilingi Gelora Bung Karno sebelum memulai aktivitas hariannya. Sedangkan pada weekends, ia melakukan long run 21-30 kilometer untuk mengasah kemampuannya mengitari Ibukota Jakarta.

Tidak hanya sebatas berlari, Iqbal juga rutin melakukan triathlon sebagai variasi agar staminanya meningkat. “Kalau bosan lari, saya (melakukan) triathlon, dulu juga sempat ikut race-nya. Kalau terasa capek, saya melakukan treatment sport massage supaya ototnya ‘lurus’ lagi.”

Agar menjaga tubuhnya tetap fit, Iqbal juga menjaga pola makan dengan menghindari nasi untuk makan malam serta membatasi konsumsi gorengan. “Saya tidak melakukan diet ketat, tetapi untuk makan malam saya tidak makan nasi, biasanya diganti buah-buahan atau sayur-sayuran. Sedangkan saat siang hari, saya makan seperti biasanya.”

Selain memotivasi diri sendiri, Iqbal juga memberikan inspirasi kepada orang-orang di sekitarnya untuk mulai mencintai olahraga lari. “Semenjak saya menjadi serious runner, Istri dan anak-anak saya juga mulai berlari, bahkan saudara-saudara saya pun bersemangat untuk berlari. Beberapa waktu lalu kami sekeluarga besar berlari mengikuti 5K marathon di Jakarta bersama-sama,” ungkap Bapak dua anak ini bersemangat.
Selain menjadi penyemangat untuk keluarga, Iqbal juga mulai menularkan sikap positive kepada semua orang dengan quote inspirational dirinya yang selalu menjadi mood booster, berlari itu membuat kita sehat dan bahagia dari quote ini semangat saya yang kendor menjadi bangkit lagi dan finish strong!